Kiprah BLI melalui Anoa Breeding Centre Dalam Indogreen Environment and Forestry Expo 2019

Kategori: Berita Utama Ditayangkan: Minggu, 07 April 2019 Ditulis oleh Administrator

BP2LHK MANADO (Makassar, 07/04/2019)_Balai Peneltian dan Pengembangan Lingkungan Hidup dan Kehutanan (BP2LHK) Manado kembali mendapat kesempatan untuk menjadi narasumber sekaligus mengkampanyekan Konservasi Anoa. Kali ini kampanye tentang konservasi satwa endemik Sulawesi dilakukan pada acara talkshow yang merupakan sideevent  11th Indogreen Environment & Forestry Expo 2019 dengan tema "Kiprah BLI: Teknologi Mikrohidro dan Anoa Breeding Center dalam Konservasi SDA dan Ekosistem"  yang berlangsung sabtu (06/04/2019)

Dalam talkshow juga dihadiri oleh Sekretaris Badan Litbang dan Inovasi (BLI) KLHK, Dr. Ir. Sylvana Ratina, M, Si sebagai narasumber terungkap bahwa selama ini hasil-hasil Litbang dari BLI KLHK sudah sangat banyak dan mempunyai efek yang besar bagi alam maupun masyarakat namun masih kurang dikenal di masyarakat. “Teknologi Mikrohidro dan Anoa Breeding Center merupakan sedikit contoh keberhasilan dalam melakukan penelitian dan pengembangan yang dilakukan BLI KLHK, namun masih banyak lagi hasil-hasi litbang dan inovasi yang telah dilakukan oleh BLI,” ujar Dr. Ir. Sylvana Ratina pada saat mengawali acara talkshow.

Sementara itu peneliti dari Anoa Breeding Centre (ABC) BP2LHK Manado Rahma Suryaningsih, S.Hut, M.Hut yang menjadi narasumber dalam talkshow menjelaskan bahwa ABC sendiri lahir berawal dari kegiatan penelitian insitu maupun ex-situ tentang Anoa (Bubalus spp.) yang telah dilaksanakan para peneliti oleh BP2LHK Manado sejak tahun 2010 hingga sampai saat ini. Keberadaan ABC menjadi salah satu bentuk dari kegiatan konservasi ex-situ satwa endemik Wallacea yaitu Anoa yang dinilai memiliki manfaat yang sangat penting bagi dunia konservasi. “Jumlah populasi anoa yang hanya sekitar 2500 ekor dan hanya ada di pulau Sulawesi dan Buton menjadikan konservasi ex-situ sebagai upaya pelestarian anoa yang sangat penting untuk meningkatkan populasi anoa karena kesadaran masyarakat sendiri untuk menjaga kelestarian satwa liar masih sangat rendah,” jelas Rahma.

Talkshow dengan tema "Kiprah BLI: Teknologi Mikrohidro dan Anoa Breeding Center dalam Konservasi SDA dan Ekosistem" digelar sore hari dan dipadati masyarakat yang yang tampak antusias mendengarkan dan melontarkan pertanyaan. BP2LHK Manado sendiri berpartisipasi aktif pada pameran 11th Indogreen Environment & Forestry Expo (IEFE) 2019. Tergabung dalam stand Kementerian LHK melalui Badan Litbang dan Inovasi, BP2LHK Manado mengkampanyekan konservasi antara lain melalui leaflet, poster ABC BP2LHK Manado dan tak ketinggalan video tentang konservasi anoa yang selalu menarik pengunjung pameran serta souvenir kuis yang disponsori oleh mitra kerjasama.

Pada tahun 2019 ini IEFE mengusung tema “Integrasi dan Sinergi Industri Pada Sektor Kehutanan Dalam Meningkatkan Kesejahteraan Masyarakat”. Didampingi oleh Wakil Gubernur Sulsel, Andi Sulaiman Sudirman, Sekjen Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan, Dr. Ir. Bambang Hendroyono, MM, saat membuka pameran, Kamis (04/04/2019) mengatakan IEFE 2019 diharapkan semakin mendekatkan impian Indonesia menjadi “champion” dalam perdagangan produk kayu legal dan hasil hutan bukan kayu di pasar global. Selain ingin membangkitkan keoptimisan dalam industri sektor LHK, Bambang juga menyampaikan bahwa Pemerintah berkomitmen dalam mengedepankan akses masyarakat untuk memanfaatkan hutan melalui Perhutanan Sosial. "Berbagai langkah korektif telah dilakukan Pemerintah seperti moratorium pembukaan izin baru, mendorong kerjasama hutan sosial serta membangun konfigurasi bisnis baru. Keterkaitan dengan pameran ini adalah bagaimana konfigurasi bisnis baru bisa terlaksana," ujar Bambang.

IEFE merupakan pameran Kehutanan dan lingkungan terbesar di Indonesia, sejak tahun 2009, yang diselenggarakan Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan ((KLHK) bekerjasama dengan PT. Wahyu Promo Citra. Pada pelaksanaan IEFE yang ke-11 dengan konsep Indogreen Road Show to Your City diselenggarakan di Celebes Convention Center, Sulawesi Selatan pada tanggal 4 - 7 April 2019. IEFE juga menampilkan secara Integrasi Taman Nasional Expo, Teknologi pengelolaan lingkungan dan hutan, Reklamasi areal bekas tambang dalam kawasan hutan, jasa lingkungan dan panas bumi, Pengembangan landscape/mosaic system, Pengembangan IPTEK lingkungan hutan dan produk kehutanan, Upaya penguatan budaya lokal serta mendukung realisasi Konsep Gaya Hidup yang Hijau Menuju Indonesia Hijau (Green Living Style Towards Green Indonesia), Sosialisasi dan informasi perusahaan terkait Pemanfaatan CSER  (Corporate Social Environment Responsibility) serta Konsep Zero Waste dengan prinsip 3R (Reduce, Reuse, dan Recycle).***(Muhammad Farid)

Dokumentasi  :. RH, Muhammad Farid, Yobo EP

 -------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------

                         

-------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------

 Balai Penelitian dan Pengembangan Lingkungan Hidup dan Kehutanan Manado

Jl. Raya Adipura Kel. Kima Atas, Kec. Mapanget, Kota Manado, Provinsi Sulawesi Utara (Indonesia)

 

Email :

Alamat email ini dilindungi dari robot spam. Anda memerlukan Javascript yang aktif untuk melihatnya.

Alamat email ini dilindungi dari robot spam. Anda memerlukan Javascript yang aktif untuk melihatnya.

Alamat email ini dilindungi dari robot spam. Anda memerlukan Javascript yang aktif untuk melihatnya.

Website :

www.manado.litbang.menlhk.go.id

www.balithut-manado.org

E-Jurnal :

http://ejournal.forda-mof.org/ejournal-litbang/index.php/JWAS

Dilihat: 452